Bangil, 29 Oktober 2026 – SMK Yadika Bangil menggelar upacara bendera rutin pada Rabu pagi dengan khidmat di lapangan utama sekolah. Upacara yang diikuti oleh seluruh siswa dengan seragam hijau-hitam, dewan guru, karyawan, dan Kepala Sekolah ini mengusung tema pemaknaan Sumpah Pemuda di era digital.
Dalam amanatnya, pembina upacara mengajak seluruh siswa untuk merefleksikan kembali peristiwa Sumpah Pemuda tahun 1928. Disampaikan bahwa jika dulu perjuangan pemuda adalah melawan penjajah fisik, kini medan perjuangannya telah berpindah ke dunia digital, bengkel kerja, laboratorium komputer, dan ruang kelas.
” Tantangan kalian bukan lagi melawan penjajah fisik, melainkan melawan kemalasan, kebodohan, hoaks, dan ketertinggalan teknologi,” tegasnya di hadapan peserta upacara.
Ada tiga pesan penting yang ditekankan untuk siswa SMK dalam memaknai Sumpah Pemuda:
1. Jadilah Nasionalis yang Produktif: Siswa diajak untuk tidak sekadar scrolling media sosial atau bermain game, melainkan mengubah internet sebagai alat penunjang keahlian. Siswa IT menjaga keamanan siber, siswa DKV mengenalkan budaya Indonesia lewat karya digital, dan jurusan teknik menciptakan inovasi tepat guna.
2. Bangun Kolaborasi, Bukan Polarisasi: Semangat Satu Bangsa diwujudkan melalui kolaborasi antar jurusan, seperti jurusan produksi dengan akuntansi untuk pemasaran digital, serta menghentikan cyberbullying dan tawuran.
3. Tingkatkan Kompetensi Digital: Siswa SMK sebagai calon tenaga kerja harus adaptif, terus melakukan up-skilling, mencari sertifikasi, dan belajar hal baru di luar buku teks agar tidak tertinggal zaman.
Upacara ditutup dengan ajakan untuk menjaga persatuan dan memanfaatkan teknologi untuk kebaikan. Dengan semangat “SMK Bisa, SMK Hebat, Pemuda Bersatu, Indonesia Maju!”, diharapkan lulusan SMK Yadika Bangil tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap memimpin dan memajukan bangsa di era digital.




